Kasus Efek Positif & Negatif pada Game | Space Dream

Jumat, 28 April 2017

Kasus Efek Positif & Negatif pada Game



Berkat Main Dota 2, Remaja Ini Punya Pendapatan Rp 32 Miliar

Dota 2 merupakan salah satu gim MOBA terpopuler. Saking populernya, game ini punya kompetisi tersendiri di level global, yakni The International. Satu level di bawah The International, ada pula tiga kompetisi yang tak kalah bergengsi, yaitu Boston Major, Manila Major, dan Shanghai Major, Kiev Major.



Tak tanggung-tanggung, total hadiah yang diperebutkan di kompetisi ini menimbulkan decak kagum. Pada kompetisi The International 2016 (TI6), misalnya, total hadiahnya mencapai US$ 20 juta atau sekitar Rp 266 miliar (kurs US$ 1 = Rp 13.342). Oleh sebab itu, tidak heran bila pemain Dota 2 berlomba-lomba untuk menjadi pemenang kompetisi ini.

Salah satu pemain Dota 2 berbakat dan berprestasi adalah Sumail Hassan. Gamer kelahiran tahun 1999 ini merupakan anggota tim Evil Geniuses.

Pada kompetisi The International 2015, setelah mengalahkan CDEC di babak final yang sengit pada 8 Agustus 2015, ia bersama rekan satu timnya menyabet gelar juara umum di kompetisi International 2015 (TI5) dan mendapat hadiah senilai US$ 6.630.109 atau sekitar Rp 88,4 miliar.

Remaja berdarah Pakistan ini, pada saat itu dinobatkan oleh Guinness World Records sebagai gamer termuda di dunia, yang secara personal meraih hadiah di atas US$ 1 juta, tepatnya US$ 1.639.867 atau Rp 21,8 miliar.

Hingga saat ini, menurut laporan eSports Earnings, pendapatan Sumail dari profesinya sebagai gamer profesional diperkirakan mencapai US$ 2.401.426 atau sekira Rp 32 miliar. So, kalau di antara kamu ada yang serius ingin menggeluti karier sebagai pemain Dota 2 profesional, tidak tertutup kemungkinan kamu pun bisa menjadi seperti Sumail.




Kecanduan Main Gim, Pria Jepang Bercerai dengan Sang Istri

Kasus akibat kecanduan bermain game menjadi peristiwa yang kerap terjadi di Jepang. Mirisnya, kecanduan tersebut sebagian besar malah dialami oleh orang dewasa. Dan yang terbaru adalah kasus perceraian seorang pria dengan sang istri akibat kecanduan main game.

Seperti dilansir Ubergizmo, Selasa (25/4/2017), pria bernama Kaccho itu diketahui sempat mengalami depresi berat akibat perceraian dengan sang istri. Peliknya hidup pria paruh baya ini pun ditampilkan dalam acara reality show di TV Jepang bertajuk “Ie, Tsuite Itte Ii Desuka?”.

Di dalam acara tersebut, Kaccho mengaku ia adalah seorang gamer 'garis keras' yang bermain gim di setiap harinya. Karena terlalu terikat dengan gim-gim yang dimainkan, ia ditinggal oleh istri dan anaknya.

"Saya lebih memilih untuk fokus bermain game, dan akhirnya bercerai dengan istri saya. Beberapa bulan setelahnya, saya merasa hidup saya sepi. Saya sadar keputusan yang saya pilih berisiko bagi hidup saya, istri dan anak," kata Kaccho.

Kaccho mengungkapkan, sampai saat ini ia belum bertemu dengan istri dan anaknya. Sebagai bentuk luapan rasa kangen dengan istri dan anak, Kachho pun menciptakan karakter gim dengan fisik seperti istri dan anak agar rasa kangennya terobati.

Kehidupan Kaccho yang sepi di dunia nyata namun ramai di dunia gim, ternyata menjadi sorotan publik di Jepang. Banyak yang menilai, keputusan Kaccho bukan keputusan bijak.

"Hanya karena gim, ia memilih untuk meninggalkan keluarganya? Wajar saja depresi, sebaiknya ia harus dibawa ke psikiater," ucap salah satu penonton yang ikut menyimak acara tersebut hingga akhir.




TERIMA KASIH KEPADA;
Google Image

LIPUTAN 6 
LIPUTAN 6 
 


=====================================

ABDUL ROHMAN S

50414045

3IA21

Pengantar Teknologi Game

SYEFANI RAHMA DESKI
 

0 komentar: